KKM AKSARA 255 UIN Malang Wawancarai Ustadzah Tebuireng Putri untuk Pemetaan Masalah Santri
JOMBANG – Kelompok KKM AKSARA 255 Unggulan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan wawancara dengan para ustadzah pembina kamar di Pondok Pesantren Tebuireng Putri, Kabupaten Jombang, sebagai bagian dari tahapan pemetaan masalah santri dalam rangka pelaksanaan program pendampingan dan konseling, pada 12 Januari 2026.
Kegiatan wawancara ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan psikologis, sosial, dan perilaku santri yang muncul dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Melalui pendekatan dialogis dan partisipatif, mahasiswa KKM AKSARA 255 menggali informasi langsung dari para ustadzah pembina kamar yang selama ini berperan sebagai pendamping utama santri di asrama.
Dalam proses wawancara, para ustadzah menyampaikan berbagai dinamika yang dihadapi santri, mulai dari persoalan adaptasi hidup di pesantren, relasi antar santri, manajemen emosi, hingga tantangan kedisiplinan dan tekanan akademik maupun spiritual. Informasi ini menjadi dasar penting bagi tim KKM untuk menyusun program konseling dan pendampingan psikologis yang kontekstual dan sesuai dengan kultur kepesantrenan.
Mahasiswa KKM AKSARA 255 juga memaparkan konsep program KKM yang berfokus pada penguatan kesejahteraan psikologis (well-being) santri melalui layanan konseling, edukasi kesehatan mental, dan kegiatan pengembangan diri yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dan tradisi pesantren. Para ustadzah menyambut baik pendekatan tersebut dan berharap program yang dijalankan dapat membantu santri menghadapi berbagai tantangan emosional dan sosial secara lebih sehat.
Melalui kegiatan wawancara ini, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan nyata santri di tingkat kamar dan asrama. Data yang dihimpun akan digunakan sebagai landasan dalam merancang intervensi konseling yang tepat sasaran selama masa pengabdian KKM.
Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan ini juga menjadi bentuk penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga sehat secara psikologis. Dengan pendekatan berbasis empati dan keilmuan psikologi, KKM AKSARA 255 berkomitmen untuk menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan santri Tebuireng Putri.
Komentar
Posting Komentar